Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

Dijebak kenalan facebook, dua WNI jadi kurir sabu dari Hongkong

Merdeka.com - Dua pegawai salon di Pasar Baru, Jakarta Pusat, berinisial DHS, 39, dan CI, 34, dijadikan kurir sabu oleh jaringan narkoba internasional. Kasus tersebut berawal dari perkenalan DHS dengan seorang pria berinisial H di situs jejaring social Facebook satu bulan lalu.

H yang tinggal di Malaysia awalnya mengajak DHS berbisnis fashion di Hongkong. H mengaku dirinya memiliki enam toko baju di Malaysia. DHS pun tertarik dengan bisnis tersebut.

"Dia (H ) lalu mengirimkan uang Rp 2,3 juta kepada DHS untuk biaya ongkos ke Hongkong. DHS pun muncul rasa percaya dan suka kepada H," kata Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sumirat Dwiyanto saat rilis pengungkapan kasus narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno - Hatta, Jumat (1/11).

Kemudian DHS mengajak temannya CI untuk pergi ke Hongkong. Di sana, mereka dijemput seseorang untuk diantar ke hotel. 

"Selama di sana, DHS tidak bertemu H. Namun di hotel tersebut sudah ada koper berisi pakaian. DHS diminta membawa pakain itu ke Indonesia untuk diserahkan kepada wanita berinisial A di Pasar Baru," katanya.

Sumirat menyatakan, koper tersebut sudah diisi sabu seberat 1,772 gram dengan nilai estimasi Rp 2,3 miliar. DHS dan CI pulang ke Indonesia dengan pesawat Mandala Tigerair (RI845) rute Hongkong-Jakarta pada Jumat (25/10).

"Selah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Bea Cukai mencurigai mereka. Akhirnya, koper yang mereka bawa digeledah dan berhasil ditemukan 1,772 gram paket sabu yang disembunyikan di dinding koper," katanya.

Dari penangkapan tersebut, petugas Bea Cukai dan BNN melakukan pengembangan kepada penerima barang di kawasan Pasar Baru. Pihaknya pun berhasil menangkap wanita warga Indonesia berinisal A dan kekasihnya laki-laki warga Nigeria berinisal E.

"DHS mengaku tidak mengetahui koper itu berisi sabu, karena koper dalam keadaan terkunci. Dia juga mau saja ikut berbisnis karena merasa penghasilan sebagai pegawai salon kurang," tukasnya.

Dengan peristiwa ini, Sumirat menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang yang dikenal di situs jejaring sosial yang mengajak berbisnis atau menawarkan pekerjaan. "Kasus ini sudah terjadi berkali-kali. Hati-hati dalam bergaul di media social internet," katanya.

Selain itu, Bea Cukai juga mengungkap tiga kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dengan pada Jumat (18/10). Dari pengungkapan tersebut sebanyak lima tersangka berhasil diamankan.

"Tersangka di antaranya laki-laki warga negara China berinisial LC (28) tiga laki-laki warga negara Indonesia insial AJ (31), B (39) dan ID (31) serta satu perempuan warga negara Indonesia inisial IT (32)," kata Plh Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Purwidi.

Kasus pertama, 2.070 gram sabu senilai Rp 2,8 miliar disembunyikan di dinding koper. Barang bukti dibawa tersangka LC dengan pesawat Garuda Indonesia (GA 873) rute Hongkong-Jakarta. Kasus kedua, barang bukti 106 gram sabu senilai Rp 143 juta diselundupkan melalui paket kiriman berisi sepatu anak dari Filipina ditujukan ke Kebun Pisang, Jakarta Utara. Tersangka yang diamankan AJ.

"Sedangkan kasus ke tiga, TKI di China IT, yang over stay dimanfaatkan untuk membawa koper berisi sabu seberat 2.236 gram senilai Rp 3 miliar. Dia membawa sabu tersebut dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia (GA 536) Peking-Jakarta-Banjarmasin. Dari hasil pengembangan diamankan B dan ID," ujar Purwidi.

Nabila, anak SMP ini diduga diculik teman facebooknya

Merdeka.com - Nabila Anjani Putri (12) sejak Senin (21/10) hingga kini belum pulang ke rumahnya. Teman dekat Nabila melihat siswi kelas VII SMP 35 Bekasi Utara itu dibawa oleh teman yang dikenal melalui situs jejaring sosial Facebook.

"Dia (Diduga penculik) dua kali datang ke sekolah, yang terakhir datang itu langsung membawa Nabila," cerita Levelin teman dekat Nabila kepada Herlin (42) ibu kandung korban, Rabu (23/10).

Levelin kata Herlin, menceritakan di mana Nabila dibawa ketika usai diantarnya ke sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (21/10) lalu. Nabila dijemput seorang pemuda menggunakan sepeda motor jenis Satria FU warna merah hitam tanpa ada yang menghafal nomor polisinya. 

"Kami sudah mencari kemana-mana, tapi nggak ketemu," katanya.

Nabila saat dibawa, kata dia masih mengenakan seragam lengkap warna putih abu-abu, dan membawa perlengkapan sekolah dan hanya, membawa uang sebesar Rp 7.000. "Ciri-ciri rambut ikal dengan panjang sebahu memakai jilbab, kulit sawo matang, perawakan agak kurus, dan tinggi sekitar 130 centimeter," katanya.

Keluarga mengaku sudah melaporkan hilangnya Nabila ke Polsek Bekasi Utara. Namun, hingga kini belum ada perkembangan di mana keberadaan anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut. "Belum ada informasi lagi dari polisi," ujarnya.

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Hersiantony mengaku sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi maupun dari keluarga korban. "Kami sedang melakukan penyelidikan," katanya.
Posting Lama ►
 

Copyright 2013 Jasa Service AC Jabodetabek: Facebook Template by Wahyu | Publish on Jarkom Media