Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Belasan wanita malam jajakan diri di warung remang-remang

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, menjaring belasan wanita diduga sebagai pekerja seks komersial yang beroperasi di daerah itu secara ilegal.

"Razia ini merupakan razia rutin untuk membersihkan daerah ini dari perbuatan maksiat," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kuansing, Ardiansyah, Selasa (3/12).

Dalam razia kali ini, Satpol PP menyisir sejumlah lokasi yang kerap dilaporkan masyarakat sebagai tempat terjadinya protitusi atau praktek asusila.

Dalam operasi ini, diturunkan lebih dari 20 personel Satpol PP dengan dibantu oleh pihak kepolisian setempat.

Penyisiran menurut dia, dilakukan di sejumlah warung 'remang-remang' yang berada di daerah perbatasan Riau-Sumatera Barat.

"Di daerah perbatasan ini biasanya memang marak prostitusi. Itu berdasarkan laporan masyarakat," katanya.

Hasilnya, anggota berhasil mengamankan sekitar 18 orang wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial.

Setelah dijaring, belasan wanita itu kemudian digiring ke Markas Satpol PP Kuansing untuk dilakukan pembinaan secara psikologis.

Mereka didata untuk kemudian dicarikan solusi agar tidak kembali menjajakan seks secara ilegal di daerah itu.

"Hasil pendataan, kebanyakan wanita-wanita itu adalah para pendatang yang berasal dari berbagai wilayah luar Riau. Ada yang dari Lampung, Jambi, dan bahkan Jawa," katanya.

Ardiansyah mengatakan, operasi yang dilakukan pihaknya merupakan langkah untuk menciptakan daerah tersebut menjadi kawasan yang bebas prostitusi.

"Ini juga merupakan upaya menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan warung remang-remang yang dijadikan sebagai 'sarang' perdagangan seks," katanya

Adu Tinju El dan Farhat Akan Digelar Sabtu

VIVAlife - Putra kedua Ahmad Dhani, El Djalaludin Rumi (El), tidak main-main dengan ucapannya menantang Farhat Abbas bertanding tinju di atas ring. El siap lahir batin menghadapi pengacara tersebut. 

Duel antara bocah berusia 14 tahun ini dengan Farhat, rencananya akan digelar Sabtu, 30 November 2013. Pengurus Besar Pertina Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tempat di Sasana Tinju Marinir, Cilandak.

"Pokoknya saya sudah siap," ucap El bersemangat saat dijumpai di kantor PB Pertina DKI Jakarta di Gedung KONI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2013.

Ditemani sang ayah, Ahmad Dhani, El mengaku tantangannya kali ini sangat serius. "Saya nggak perlu latihan," tegas El percaya diri sambil memamerkan otot tangan kanannya.

El mengaku tidak pernah takut menghadapi Farhat. Rasa percaya dirinya semakin memuncak karena telah mendapat lampu hijau dan tanda tangan dari sang ayah, untuk pertandingan tinju tersebut.  

Ia pun mengaku tak akan mundur dan siap menjatuhkan Farhat di atas ring tinju. "Satu ronde juga yakin (menang)," ungkapnya.

Tantangan El berawal dari kicauan Farhat di akun twitternya yang dianggap memojokkan sang ayah. Tidak terima ayahnya kerap dijadikan 'status' oleh Farhat, dua anak Dhani, Al dan El tidak tinggal diam. Terang-terangan mereka menantang Farhat bertinju.

Selain digantung di pohon, Widya juga mau digorok jawara Meruya

Merdeka.com - Widya Pratna (22), korban penganiayaan dua jawara Meruya Selatan, Hasanudin alias Pelor (40) dan Edi Sarwono alias Edi (37), hanya bisa meringis kesakitan saat dirinya mencoba menggerakan kaki kanannya yang terluka karena tertimpa knalpot motor. Pada pergelangan kakinya, luka bakar berdiameter sekitar 10 sentimeter itu tampak masih memerah dan membuat betisnya membengkak.

"Ini kaki saya kena knalpot pas Bang Pelor bawa saya dari rumah ke Lawson. Pas lagi bawa motor, motornya sempet jatuh dan knalpotnya niban kaki kanan saya," ujar Widya saat ditemui merdeka.com di rumahnya di Jl H. Merlin RT 3 RW 4, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (28/11).

Sulung dari tiga bersaudara ini menuturkan, dirinya dijemput paksa dari rumah kontrakannya pada Senin (24/11) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Pemuda yang biasa disapa Bodong itu menceritakan, dirinya dijemput setelah selesai menyopiri mobil yang digunakan untuk berangkat ke puncak bersama anak Pelor, Alan (15).

Saat dirinya menanyakan maksud Pelor menjemputnya, pria yang biasa menjaga parkiran di Lawson depan Universitas Mercu Buana itu malah menghardiknya. "Diem lo. Ikut aja sama gua. Jangan banyak omong, ikut aja udah," ujar Bodong menirukan ucapan Pelor.

Sesampainya di Lawson, Pelor kemudian mengajak Edi. Keduanya kemudian membawa Bodong ke sebuah lahan kosong di Jalan H Juhri, Kompleks Pajak RT 006/08 Meruya Selatan Jakarta Barat. Selama di lahan kosong tersebut, korban diikat dengan tambang, dipukuli dan luka bakar di kakinya karena knalpot diinjak oleh Pelor. 

"Kaki saya yang kanan diinjek, terus digerus sama bang Pelor," ujar mahasiswa salah satu kampus di Jakarta Selatan itu.

"Selama di lapangan kosong itu, tangan saya diikat ngadep belakang, terus tambangnya diarahin ke pohon. Badan saya dipukul sama Bang Pelor, yang megangin temannya Bang Pelor," tuturnya.

Selain menyiksa, Pelor yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir Lawson juga mengintimidasi korban dengan kalimat ancaman.

"Awas lo kalau kenapa-kenapa sama anak, gua gorok leher lo," ancam Pelor.

Setelah sekitar satu jam menyiksa dan menganiaya, tersangka kemudian melepaskan korban di Lawson. Korban kemudian dijemput oleh temannya yang tengah melintas.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bakar terkena knalpot di pergelangan kaki kanan, rusuk sebelah kiri membiru, pergelangan tangan membengkak akibat ikatan tambang, dan dengkul luka akibat diseret.

"Kata visum dokter Graha Kedoya, saya mengalami luka dalam," ujar Bodong sambil menunjuk dada kirinya.

Kelola judi online, Ahok dan Abun ditangkap polisi

Merdeka.com - Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengungkap kasus judi online. Dari kasus tersebut kepolisian menangkap dua orang tersangka bernama Ket Bun alias Abun dan Herman alias Ahok. Keduanya ditangkap di Komplek Ruko Tanah Mas Blok A No. 1, Sei Panas, Batam pada 2 November 2013 yang lalu.

Menurut Direktur Tipideksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto, modusnya adalah pemain yang akan bermain harus mempunyai rekening. Kemudian ketika akan main harus deposit terlebih dahulu ke rekening A. Ketika dia sudah deposit, maka secara otomatis dia akan mendapatkan username dan password dari si pengelola. 

Saat menang, dia akan mendapat bayaran ke rekeningnya. Dia akan ditransfer kemenangannya tadi melalui rekening B.

"Sehingga rekening A itu untuk menampung uang yang digunakan untuk berjudi, kemudian rekening B digunakan untuk uang. Bisa jadi pembayaran untuk yang menang tadi kan dari rekening B, uang yang tertampung di rekening A itu hasil kejahatan perjudian dipindahkan ke rekening B dibayar untuk kemenangannya," kata Arief di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Menurut Arief, perbuatan mereka tersebut masuk ke dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebab, mereka menggunakan sarana elektronik dan dapat dikenakan UU ITE pasal 303 KUHP dan UU TPPU.

Arief menjelaskan, modus mereka adalah mendompleng siaran sepakbola yang disiarkan langsung oleh televisi, seperti Metro TV, RCTI dan lainnya yang di relay tanpa sepengetahuan stasiun-stasiun televisi tersebut.

"Mereka melakukan streaming lalu konek ke server Filipina lalu disalurkan ke agennya baik itu SBOBET.com, raja303.com baru di relay-kan. Jadi televisi-televisi yang live sepakbola dimanfaatkan oleh pelaku," ujarnya.

"Pertandingan-pertandingan itu tadi ditampung menggunakan receiver, peralatan komputer yang ada di data center di Komplek Sei Panas Batam ini kemudian oleh mereka di streaming-kan ke jaringan internet," paparnya.

Arief menambahkan, praktik judi online ini sudah dilakukan mereka sejak 2008. Karena tempatnya tersembunyi para tim penyidik pun sempat kewalahan untuk mencari. Dalam pengungkapan kasus ini, tim penyidik juga berpura-pura ikut bermain dan membayar pada mereka, serta melakukan cek dan ricek ke lapangan dalam waktu yang berkala.

"Kalau mengenai omzet (para pelaku) belum tahu, karena harus buka rekening. Rekening itu sedang diblokir dan berapa yang harus dibayarkan, dan lain-lain. Itu harus dibuka komputer-komputer yang datanya di server tadi. Ada 15 komputer, 1 komputernya 500 gb (gigabyte), sehingga total ada 7,5 tb (terabyte)," katanya.

Ini transkrip chatting hacker Indonesia dan Australia

Merdeka.com - Buntut penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap Indonesia, hacker dari Indonesia menyerang ratusan situs Australia secara acak beberapa hari yang lalu. Namun, setelah adanya pembicaraan antara hacker Australia dan Indonesia, maka serangan ke Australia dilakukan tepat sasaran.

Kepada tokoh Anonymous Indonesia, hacker Indonesia bahkan mendapat masukan situs-situs mana yang seharusnya diserang, di antaranya situs intelijen Australia, di Asio.gov.au.

Merdeka.com, Sabtu (9/11) berhasil mendapatkan transkrip rekaman pembicaraan chatting antara hacker Indonesia dan Australia. Berikut ringkasan percakapan diantara mereka:

xCrotZ: hi
xCrotZ: im from indonesian
@Absantos: The Government is the target, not random .au websites, They haven't done anything wrong.
xCrotZ: Can you give us a target for attack??
xCrotZ: yeah i know
@Absantos: Asio.gov.au would be a good start
@Absantos: Truth be said, you wouldn't want a cyber war with Australia
@Absantros: No Worries
xCrotz: Can you tell me purpose of these targets?
raxstorm: The Asio are the Australian spy agency
raxstorm: They re the ones doing spying

Pekerja muslim Somalia di Amerika dipecat sebab shalat

Merdeka.com - Muhammad Mao asal Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat dipecat dari pekerjaannya sebagai kurir ekspedisi DHL. Dia diberhentikan sebab melakukan shalat.
Situs usatoday.com melaporkan, Kamis (7/11), Mao pengungsi asal Somalia sudah bekerja di perusahaan pengiriman itu sejak tiga tahun lalu namun DHL membuat kebijakan baru seiring dengan pergantian pengawas baru. Dia meniadakan izin pekerja muslim melakukan shalat.
"Padahal itu pekerjaan yang bagus," ujar Mao kini menjadi pengangguran. Dia juga sedang berjuang mencari nafkah bagi istri dan anak-anak serta keluarganya kini mengungsi ke Ethiopia.
Mao dan 24 pekerja asal Somalia lainnya mengadukan hal ini ke komisi perlindungan hak karyawan Amerika. Mereka menuding DHL telah melarang mereka melaksanakan kebebasan beragama padahal telah dilindungi secara hukum.
Dewan hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengawal para pekerja mendapatkan hak-hak mereka. "Kamu meminta semua upaya hukum diperbolehkan termasuk memastikan pekerja dihormati dan diberikan haknya,: ujar Booker Washington pengacara dari CAIR.
Padahal pengawas sebelumnya telah memberikan izin para pekerja muslim untuk shalat sebab itu kewajiban selama lima waktu.
Sementara DHL tidak banyak bicara mengenai kasus ini. Lewat pengacaranya DHL hanya mengirimkan surat elektronik pada harian The Enquirer mereka memecat para karyawan muslim itu sebab dinilai tidak sopan, membangkang pada peraturan, dan memperlihatkan sikap bermusuhan. "Mereka juga tidak berhenti shalat hingga tengah malam dan menanggapi dengan cara keras atas perubahan kebijakan," surat elektronik dari DHL menuliskan.
Lain halnya dengan pengaduan dari para pekerja muslim. Mereka tidak diizinkan untuk salat sementara karyawan non-muslim diberikan izin untuk bersantai sejenak dan merokok. "Pekerja muslim bahkan bekerjasama dengan sangat baik pada pihak kepolisian," ujar Washington.
Mao dan pekerja muslim lainnya mengatakan sebelumnya tidak pernah ada diskriminasi mereka terima. Sudah banyak orang menghargai keberagaman agama namun masih ada pula yang tidak toleransi.

Denda Rp 1 juta masuk jalur busway dimulai pekan depan

Merdeka.com - Denda ratusan hingga jutaan rupiah untuk penerobos jalur busway segera diberlakukan. Polda Metro Jaya mulai menerapkan aturan itu pekan depan.

"Kemungkinan diterapkan pada pekan depan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Jakarta, Kamis (7/11).

Sebelum resmi diberlakukan, kata Rikwanto, pihaknya akan mengadakan koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pertemuan terkait denda bagi penggunaan jalur busway juga melibatkan kejaksaan dan pengadilan.

Rikwanto berharapkan masyarakat berpartisipasi menjalankan aturan.

Sekadar diketahui, untuk pemotor yang menerobos jalur busway akan didenda Rp 500 ribu, sedangkan pengendara roda empat Rp 1 juta.

Guru agama cabuli anak di bawah umur

Merdeka.com - Ketua PKK Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Rosna Ichwan, terkejut mengetahui ustaz yang membantunya memberikan ceramah agama saat kampanye politik pada pilkada, berbuat cabul terhadap anak yang berusia tujuh tahun.

"Dia itu pernah membantu kami memberikan ceramah agama pada masyarakat saat bapak berkampanye dalam pemilihan kepala daerah periode pertama," kata Rosna Ichwan, ketika mengetahui B (45) oknum guru agama SD ditangkap polisi karena berbuat cabul terhadap anak di bawah umur, di Mukomuko, seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/11).

Rosna tidak menyangka jika seorang yang sudah taat beragama seperti ustaz tersebut, dapat melakukan tindakan asusila. Padahal, kata dia, sepengetahuannya ustaz tersebut baik dan bagus dalam memberikan pencerahan agama kepada masyarakat.

Rosna menjelaskan, dia tidak lagi menggunakan ustaz itu karena ada beberapa hal yang kurang, namun dirinya tidak menyebutkan hal yang kurang terhadap pelaku pencabulan tersebut.

"Kasus cabul ini untuk kedua kalinya saya tahu setelah di Kecamatan Malin Deman ada anak berusia delapan tahun yang juga menjadi korban pencabulan dan sekarang anak itu ditampung di yayasannya," ujarnya lagi.

Ia menerangkan, perlakuan yang sama akan diterapkan terhadap korban pencabulan lainnya, untuk membantu memberikan memotivasi kepada mereka agar tetap semangat dalam belajar.

"Kami akan datang melihat korban pencabulan oknum ustaz itu bersama dengan bidang pemberdayaan perempuan," ujarnya lagi.

Selanjutnya, ia mengimbau, orangtua di daerah itu agar mengawasi pergaulan anaknya baik di luar maupun di rumah, tujuannya untuk mengantisipasi terjadi kekerasan dalam rumah tangga.

Mayat wanita di kopor, penuh luka tusuk ngambang di sungai Bogor

Merdeka.com - Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam sebuah koper pakaian berukuran besar. Koper itu mengambang di sebuah sungai di kawasan Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat.

"Penemuan koper berisi mayat wanita itu sekitar pukul 10.30 WIB tadi," kata Kapolres Bogor, AKBP Asep Safrudin, kepada merdeka.com, Sabtu (2/11).

Mayat wanita berbusana itu pertama kali ditemukan warga yang sedang memancing di sungai. "Koper itu nyangkut dan warga langsung melapor ke polisi," jelasnya.

Saat koper dibuka, di tubuh wanita yang diperkirakan berusia 25-30 itu banyak luka tusuk. Di lihat dari kondisi mayat, diduga wanita itu sudah tewas sejak 3 hari lalu.

"Beberapa luka tusuk di pinggang dan leher," tandasnya

Setelah upah naik, buruh kini dihantui pemecatan

Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra menilai pemerintah telah gagal mencontohkan pengusaha untuk menerapkan UU Ketenagakerjaan. Pasalnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum bisa menghilangkan sistem kerja outsourcing.

"Penyimpangan itu terjadi di BUMN, bagaimana pengusaha swasta tidak mengikuti. Ini bukti negara tidak hadir secara optimal," katanya di Warung Daun, Sabtu (2/11).

Indra yang juga anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai konflik yang terjadi antara buruh, pengusaha dan pemerintah masih akan terus berlanjut. Ia bahkan meramalkan akan ada konflik yang lebih besar dan pemecatan dalam waktu dekat.

"Tahun depan pasti akan ada konflik kembali. Bulan depan kemungkinan akan ada pemecatan sepihak," katanya.

Selain itu, dia menegaskan permasalahan outsourcing bisa terjadi karena banyak pengusaha tidak membaca UU Ketenagakerjaan secara menyeluruh. Dan negara tidak melakukan pengawasan kepada perusahaan yang menerapkan sistem outsourcing.

"Artinya menunjukkan kegagalan negara memberikan iklim investasi bagus dan kesejahteraan bagi pekerja, di mana keberadaan negara saat ini," tandasnya.

Dijebak kenalan facebook, dua WNI jadi kurir sabu dari Hongkong

Merdeka.com - Dua pegawai salon di Pasar Baru, Jakarta Pusat, berinisial DHS, 39, dan CI, 34, dijadikan kurir sabu oleh jaringan narkoba internasional. Kasus tersebut berawal dari perkenalan DHS dengan seorang pria berinisial H di situs jejaring social Facebook satu bulan lalu.

H yang tinggal di Malaysia awalnya mengajak DHS berbisnis fashion di Hongkong. H mengaku dirinya memiliki enam toko baju di Malaysia. DHS pun tertarik dengan bisnis tersebut.

"Dia (H ) lalu mengirimkan uang Rp 2,3 juta kepada DHS untuk biaya ongkos ke Hongkong. DHS pun muncul rasa percaya dan suka kepada H," kata Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sumirat Dwiyanto saat rilis pengungkapan kasus narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno - Hatta, Jumat (1/11).

Kemudian DHS mengajak temannya CI untuk pergi ke Hongkong. Di sana, mereka dijemput seseorang untuk diantar ke hotel. 

"Selama di sana, DHS tidak bertemu H. Namun di hotel tersebut sudah ada koper berisi pakaian. DHS diminta membawa pakain itu ke Indonesia untuk diserahkan kepada wanita berinisial A di Pasar Baru," katanya.

Sumirat menyatakan, koper tersebut sudah diisi sabu seberat 1,772 gram dengan nilai estimasi Rp 2,3 miliar. DHS dan CI pulang ke Indonesia dengan pesawat Mandala Tigerair (RI845) rute Hongkong-Jakarta pada Jumat (25/10).

"Selah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Bea Cukai mencurigai mereka. Akhirnya, koper yang mereka bawa digeledah dan berhasil ditemukan 1,772 gram paket sabu yang disembunyikan di dinding koper," katanya.

Dari penangkapan tersebut, petugas Bea Cukai dan BNN melakukan pengembangan kepada penerima barang di kawasan Pasar Baru. Pihaknya pun berhasil menangkap wanita warga Indonesia berinisal A dan kekasihnya laki-laki warga Nigeria berinisal E.

"DHS mengaku tidak mengetahui koper itu berisi sabu, karena koper dalam keadaan terkunci. Dia juga mau saja ikut berbisnis karena merasa penghasilan sebagai pegawai salon kurang," tukasnya.

Dengan peristiwa ini, Sumirat menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang yang dikenal di situs jejaring sosial yang mengajak berbisnis atau menawarkan pekerjaan. "Kasus ini sudah terjadi berkali-kali. Hati-hati dalam bergaul di media social internet," katanya.

Selain itu, Bea Cukai juga mengungkap tiga kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dengan pada Jumat (18/10). Dari pengungkapan tersebut sebanyak lima tersangka berhasil diamankan.

"Tersangka di antaranya laki-laki warga negara China berinisial LC (28) tiga laki-laki warga negara Indonesia insial AJ (31), B (39) dan ID (31) serta satu perempuan warga negara Indonesia inisial IT (32)," kata Plh Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Purwidi.

Kasus pertama, 2.070 gram sabu senilai Rp 2,8 miliar disembunyikan di dinding koper. Barang bukti dibawa tersangka LC dengan pesawat Garuda Indonesia (GA 873) rute Hongkong-Jakarta. Kasus kedua, barang bukti 106 gram sabu senilai Rp 143 juta diselundupkan melalui paket kiriman berisi sepatu anak dari Filipina ditujukan ke Kebun Pisang, Jakarta Utara. Tersangka yang diamankan AJ.

"Sedangkan kasus ke tiga, TKI di China IT, yang over stay dimanfaatkan untuk membawa koper berisi sabu seberat 2.236 gram senilai Rp 3 miliar. Dia membawa sabu tersebut dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia (GA 536) Peking-Jakarta-Banjarmasin. Dari hasil pengembangan diamankan B dan ID," ujar Purwidi.

Duit suap bansos dipakai Hakim Setyabudi tonton striptis

Merdeka.com - Terdakwa Toto Hutagalung memberikan kesaksian dalam penanganan perkara suap bantuan sosial (Bansos) Kota Bandung untuk terdakwa Hakim Setyabudi Tejocahyono. Dia membeberkan borok Setyabudi di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung.

Toto mengaku tak jarang menemani Setyabudi untuk menemani hiburan karaoke yang hampir dilakoninya setiap pekan. Ternyata bukan cuman karaoke, Setyabudi juga ada semacam permintaan khusus yakni menonton striptis (tarian bugil).

Sekali menjalankan hiburan, tak jarang Toto menggelontorkan duit sebanyak Rp 25 juta. Duit itu, kata Toto, berasal dari PNS Pemkot Bandung Herry Nurhayat atas perintah mantan Wali Kota BandungDada Rosada atau mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi.

"Sering ada mungkin 12 kali, memberikan fasilitas karaoke itu," kata Toto, Kamis (31/10). 
Biasanya karaoke dilakukan di Venetian Paskal Hyper Square Bandung.

Majelis Hakim yang dipimpin Nurhakim mempertanyakan hiburan semahal itu. Apalagi kata Toto karaokean tersebut mendapatkan potongan 50 persen. 

"Karena tarian (striptis) itu yang menjadi beban mahal," jawab Toto kepada Majelis Hakim.

Adu debat pun sempat terjadi antara Toto dan Setyabudi. Mantan Wakil Ketua PN itu membantah apa yang disampaikan Toto. Bahkan ia menyebut hiburan itu hanya diajak Toto dan tidak sering.

Toto dalam persidangan itu juga menjelaskan awal perkenalannya dengan Setyabudi hingga masuk dalam pusaran kasus suap penanganan Bansos. Toto menyebut bahwa suap itu dilakukan atas inisiatif Setyabudi.

Untuk diketahui Setyabudi merupakan Hakim yang menangani perkara Bansos Kota Bandung dengan tujuh terdakwa. Namun KPK menangkap tangan Setyabudi yang telah menerima suap dari Asep Triatna pada Maret 2013 lalu di PN Bandung.

Polisi Syariah di Aceh razia celana pendek dan pakaian ketat

Merdeka.com - Anda yang ingin ke Aceh dan gemar memakai celana pendek, patut mempertimbangkan untuk tidak menggunakannya bila melintasi jalan raya di Banda Aceh. Polisi Syariah di Aceh kembali menggelar razia untuk menegakkan syariat Islam di Aceh. 

Setiap warga yang melintasi baik laki-laki dan perempuan yang tidak menutup aurat langsung dihentikan untuk dilakukan pembinaan di lokasi.

Tak terkecuali bagi laki-laki yang menggunakan celana pendek juga ikut dijaring dan didata. Selanjutnya petugas polisi syariah meminta agar tidak menggunakan celana pendek, karena itu menampakkan aurat.

Demikian juga diminta pada wanita yang terjaring memakai pakaian ketat, juga ikut diminta memakai pakaian yang tidak menampakkan lekukan tubuh.

"Ini razia menegakkan syariat Islam, yang memakai celana pendek dan pakaian ketat kita jaring dan memberikan pembinaan di tempat," kata Kasatpol PP-WH Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Rusli, Kamis (31/10/2013) di lokasi razia.

Razia yang digelar di Jalan Soekarno Hatta, Lampeuneurut Kabupaten Aceh Besar berlangsung pukul 10.00-11.30 WIB berhasil menjaring 51 perempuan yang memakai pakaian ketat dan 5 orang laki-laki yang memakai celana pendek.

Pantauan merdeka.com di lokasi razia, semua laki-laki yang terjaring razia memakai celana pendek karena sedang dalam perjalanan mau bekerja. Pekerjaan mereka pun sebagai buruh kasar, di antaranya ada yang sebagai pekerja bangunan dan pekerjaan lainnya.

Pagi-pagi ratusan buruh sudah berdemonstrasi tuntut upah naik

Merdeka.com - Ratusan buruh terus berdemonstrasi menuntut kenaikan upah minimum provinsi dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 3,7 juta. Pagi ini ratusan buruh sudah tampak berdemonstrasi di sejumlah lokasi. Sementara sebagian lain berkonvoi dengan ratusan motor.

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Pukul 08.00 WIB, Kamis (31/10), sekitar 500 buruh dari berbagai serikat pekerja berdemonstrasi di kawasan KBN Cakung. Sementara itu buruh juga sudah mulai demo di Kawasan Industri Pulo Gadung Jaktim.

Di sekitar Jakarta, buruh pun mulai menggelar aksi. Ratusan buruh berkonvoi melewati kawasan EJIP Cikarang. 

Lalu lintas di Jalan Raya Narogong, Bekasi juga padat karena kegiatan unjuk rasa Serikat Pekerja. Lalu di kawasan Sadang Purwakarta, buruh tampak berdemonstrasi di Pabrik garmen DADA.

Pembunuh SPG cantik di Semarang divonis 15 tahun

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap Pisa Alpairun (18), terdakwa pembunuh perempuan 'Sales Promotion Girl' (SPG) di Semarangterdakwa pembunuh perempuan 'Sales Promotion Girl' (SPG) di Semarang Amelia Almas Adzani (21).

Hakim Ketua Najiwa dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (30/10), menyatakan Pisa terbukti melanggar pasal 339 KUHP tentang pembunuhan.

Vonis hakim tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni hukuman penjara seumur hidup.

Menurut Hakim, Pisa tidak terbukti melakukan pembunuhan terencana terhadap Amelia. "Terdakwa tidak memenuhi unsur dengan sengaja karena tidak saling kenal dengan korban," katanya.

Menanggapi putusan hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum Dekry Wahyudi menyatakan masih pikir-pikir. Jaksa menyatakan akan berkonsultasi dahulu dengan pihak keluarga.

Sementara itu, keluarga almarhum Amelia kecewa terhadap putusan hakim yang dinilai terlalu ringan.

Dalam sidang tersebut, salah seorang kerabat almarhum sempat menangis histeris setelah hakim hanya menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara. Pisa Alpairun membunuh Amelia Almas Adzani di kamar kos korban yang berada di Jalan Lampersari Nomor 41 Semarang pada 19 Mei lalu.

Pisa merupakan kuli bangunan yang bekerja di belakang rumah kos korban.

Polisi biadab perintahkan perkosa, bunuh, dan bakar siswi SMK

Merdeka.com - Anggota Opsnal Intel Polsek Kalasan, Sleman, Yogyakarta Brigadir Hardani (53), dijatuhi hukuman atau divonis seumur hidup atas kasus perkosaan dan pembunuhan yang menimpa Ria Puspita Ristanti (17) oleh Pengadilan Negeri(PN) Sleman, Yogyakarta Kamis(24/10).

Vonis dijatuhkan oleh hakim pengadilan negeri (PN) Sleman diketuai Riyadi Sunindyo Florentinus yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan berperan sebagai otak alias dalang perbuatan pidana yang menimpa siswi kelas XI SMK YPKK Maguwoharjo, Sleman itu.

Hardani terbukti secara meyakinkan telah memerintah sebanyak enam pelaku lain untuk menghilangkan nyawa korban kemudian membakar mayat korban. Atas perbuatannya, Hardani dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan pasal 181 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 tentang mengubur, menyembunyikan, membawa lari mayat.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan persetubuhan dengan korban dalam kondisi tidak berdaya, dan menganjurkan pembunuhan berencana," tegas hakim Riyadi dalam persidangan dengan agenda vonis di PN Sleman, Yogyakarta Kamis(24/10).

Dalam amar putusannya itu, hakim Riyadi membeberkan beberapa pertimbangan yang memberatkan, di antaranya perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Selain itu perbuatan terdakwa sudah tergolong dalam perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan.

"Selain itu sebagai polisi, terdakwa seharusnya melindungi masyarakat, sedangkan unsur meringankan, menurut hakim, tidak diketemukan,"urainya. 

Menanggapi vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun pengacara alias penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sidang yang dihadiri ratusan warga tempat asal korban yakni Dusun Medelan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Kedua orang tua korban yang juga turut menyaksikan jalannya peradilan tampak kecewa mendengar vonis majelis hakim PN Sleman. Saat Hardani dibawa keluar dari ruang sidang, keluarga melampiaskan emosinya karena merasa jengkel dengan terdakwa langsung berteriak dan berusaha memukul terdakwa.

Upaya menyerang terdakwa tersebut tidak berhasil setelah terdakwa dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Usai sidang, dengan diwarnai sedikit kericuhan namun tidak berlanjut, terdakwa langsung dimasukkan ke dalam mobil tahanan LP Wirogunan untuk dikembalikan ke dalam sel lembaga pemasyarakatan yang berada di jantung Kota Yogyakarta itu.

"Harusnya Hardani langsung dijatuhi hukuman mati sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tegas ayah korban Setyo Hidayat (46) kepada wartawan usai sidang.

Pada saat bersamaan, juga digelar sidang atas tiga terdakwa lain dalam kasus yang sama. Pasangan ayah-anak, Khairil Anwar dan Yonas Revolusi Anwar (18) yang berperan sebagai eksekutor, divonis hukuman seumur hidup.

Sementara, satu terdakwa lain yaitu Edi Nur Cahyo alias Kuntet dijatuhi hukuman selama 10 tahun penjara.

Jadi korban tabrak lari, nenek 82 tahun tewas di jalan raya

Merdeka.com - Siti Aspah, seorang nenek berusia 82 tahun, warga Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi korban tabrak lari. Nenek Aspah pun langsung meninggal dunia di lokasi kejadian di jalan utama Denpasar-Gilimanuk, Kamis sore.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami luka parah di sekujur tubuh mulai dari kepala, kaki, tangan serta perutnya.

"Kami masih menyelidiki kasus ini, karena pelaku diduga langsung kabur setelah menabrak nenek ini," kata Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Heri Supriawan, seperti dikutip dari Antara, Kamis (24/10).

Dari hasil olah TKP, polisi menduga, Aspah tertabrak kendaraan tidak dikenal saat hendak menyeberang jalan raya tersebut, dari arah utara ke selatan.

"Kami perkirakan kendaraan yang menabrak korban melaju dari arah barat atau Gilimanuk. Itu berdasarkan posisi korban di jalan raya," ujar Heri.

Oleh warga sekitar yang menemukannya, meskipun sudah meninggal dunia, Aspah tetap dibawa ke RSU Negara, sebelum beberapa saat kemudian keluarganya datang dan membawa jenazahnya.

Nabila, anak SMP ini diduga diculik teman facebooknya

Merdeka.com - Nabila Anjani Putri (12) sejak Senin (21/10) hingga kini belum pulang ke rumahnya. Teman dekat Nabila melihat siswi kelas VII SMP 35 Bekasi Utara itu dibawa oleh teman yang dikenal melalui situs jejaring sosial Facebook.

"Dia (Diduga penculik) dua kali datang ke sekolah, yang terakhir datang itu langsung membawa Nabila," cerita Levelin teman dekat Nabila kepada Herlin (42) ibu kandung korban, Rabu (23/10).

Levelin kata Herlin, menceritakan di mana Nabila dibawa ketika usai diantarnya ke sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (21/10) lalu. Nabila dijemput seorang pemuda menggunakan sepeda motor jenis Satria FU warna merah hitam tanpa ada yang menghafal nomor polisinya. 

"Kami sudah mencari kemana-mana, tapi nggak ketemu," katanya.

Nabila saat dibawa, kata dia masih mengenakan seragam lengkap warna putih abu-abu, dan membawa perlengkapan sekolah dan hanya, membawa uang sebesar Rp 7.000. "Ciri-ciri rambut ikal dengan panjang sebahu memakai jilbab, kulit sawo matang, perawakan agak kurus, dan tinggi sekitar 130 centimeter," katanya.

Keluarga mengaku sudah melaporkan hilangnya Nabila ke Polsek Bekasi Utara. Namun, hingga kini belum ada perkembangan di mana keberadaan anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut. "Belum ada informasi lagi dari polisi," ujarnya.

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Hersiantony mengaku sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi maupun dari keluarga korban. "Kami sedang melakukan penyelidikan," katanya.

Nikahi pedangdut bugil Maria Eva, Pejabat Parepare hajar istri

Merdeka.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Parepare H Imran Ramli dipolisikan oleh istrinya. Andi Herlina melaporkan Imran dalam kasus kekerasan rumah tangga (KDRT). Wanita ini mengaku dipukuli karena meminta sang suami menceraikan pedangdut Maria Eva yang dinikahi secara siri.

Laporan itu diterima Sentra Pelayanan Kepolisian dengan Nomor: LP/759/X/2013, Minggu tanggal 20 Oktober kemarin. Herlina mengaku dipukul di bagian lengan, dada dan kepala.

Kabar pernikahan Imran dengan Maria Eva ini sudah jadi perbincangan para PNS di Parepare, Sulawesi Selatan. Imran sendiri belum bisa dimintai konfirmasi.

"Sudah ramai, sejak kemarin Pak Imran belum kelihatan lagi," kata seorang PNS, Selasa (23/10). 

Informasi yang dikumpulkan, Imran belum lama menikahi Maria Eva di Jakarta. Pedangdut berusia 34 tahun ini pernah membuah heboh karena video mesumnya dengan politikus Golkar Yahya Zaini beredar luas tahun 2006 lalu.

Setelah kasusnya reda, tahun 2008 Maria Eva menikah dengan seorang pengusaha bernama Raymond dan tinggal di Singapura. Kini kasus nikah sirinya kembali membuat heboh kota kelahiran BJ Habibie ini.

Warga Seluma temukan 57 telur ular piton saat buka sawah

Merdeka.com - Seorang warga Desa Pagaragung, Kabupaten Seluma, Bengkulu, menemukan 57 butir telur ular yang diduga jenis piton. Telur ular piton tersebut ditemukan di lubang bawah tanah.

"Sudah 57 butir yang kami hitung, masih ada lagi di bawah lubang dalam tanah," kata Iin Swasta, warga yang menemukan telur itu, seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/10).

Dia menuturkan, penemuan telur-telur itu setelah dia membuka areal sawah tadah hujan yang sudah lima tahun ditinggalkan sehingga penuh semak. Untuk mempercepat pembersihan lahan yang akan ditanami padi, dia membakar areal tersebut dan setelah terbakar habis, ditemukan telur-telur bertumpuk di satu lokasi.

"Ukurannya lebih besar dari telur angsa, kami menduga kuat telur ular, bukan buaya, karena di sekitar ini tidak ada sungai," tambahnya.

Dugaan itu diperkuat dengan pengakuan sejumlah warga yang pernah melihat keberadaan ular piton di lokasi itu. Saat ini kata Iin, dia sudah meninggalkan areal garapan dan meninggalkan telur-telur itu karena takut ular piton akan muncul.

"Sebagian sudah pecah mungkin karena terbakar, dan sebagian masih utuh, tapi mungkin sudah rusak karena terkena panas api," katanya.

Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Jaja Mulyana saat dikonfirmasi mengatakan belum mendapat informasi tentang keberadaan puluhan telur ular piton itu.

"Kami segera koordinasikan dengan Resor Seluma tentang penemuan telur-telur itu, dan memastikan itu telur ular atau bukan," katanya.
Posting Lama ►
 

Copyright 2013 Jasa Service AC Jabodetabek: Berita Template by Wahyu | Publish on Jarkom Media