Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Adu Tinju El dan Farhat Akan Digelar Sabtu

VIVAlife - Putra kedua Ahmad Dhani, El Djalaludin Rumi (El), tidak main-main dengan ucapannya menantang Farhat Abbas bertanding tinju di atas ring. El siap lahir batin menghadapi pengacara tersebut. 

Duel antara bocah berusia 14 tahun ini dengan Farhat, rencananya akan digelar Sabtu, 30 November 2013. Pengurus Besar Pertina Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tempat di Sasana Tinju Marinir, Cilandak.

"Pokoknya saya sudah siap," ucap El bersemangat saat dijumpai di kantor PB Pertina DKI Jakarta di Gedung KONI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2013.

Ditemani sang ayah, Ahmad Dhani, El mengaku tantangannya kali ini sangat serius. "Saya nggak perlu latihan," tegas El percaya diri sambil memamerkan otot tangan kanannya.

El mengaku tidak pernah takut menghadapi Farhat. Rasa percaya dirinya semakin memuncak karena telah mendapat lampu hijau dan tanda tangan dari sang ayah, untuk pertandingan tinju tersebut.  

Ia pun mengaku tak akan mundur dan siap menjatuhkan Farhat di atas ring tinju. "Satu ronde juga yakin (menang)," ungkapnya.

Tantangan El berawal dari kicauan Farhat di akun twitternya yang dianggap memojokkan sang ayah. Tidak terima ayahnya kerap dijadikan 'status' oleh Farhat, dua anak Dhani, Al dan El tidak tinggal diam. Terang-terangan mereka menantang Farhat bertinju.

Duit suap bansos dipakai Hakim Setyabudi tonton striptis

Merdeka.com - Terdakwa Toto Hutagalung memberikan kesaksian dalam penanganan perkara suap bantuan sosial (Bansos) Kota Bandung untuk terdakwa Hakim Setyabudi Tejocahyono. Dia membeberkan borok Setyabudi di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung.

Toto mengaku tak jarang menemani Setyabudi untuk menemani hiburan karaoke yang hampir dilakoninya setiap pekan. Ternyata bukan cuman karaoke, Setyabudi juga ada semacam permintaan khusus yakni menonton striptis (tarian bugil).

Sekali menjalankan hiburan, tak jarang Toto menggelontorkan duit sebanyak Rp 25 juta. Duit itu, kata Toto, berasal dari PNS Pemkot Bandung Herry Nurhayat atas perintah mantan Wali Kota BandungDada Rosada atau mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi.

"Sering ada mungkin 12 kali, memberikan fasilitas karaoke itu," kata Toto, Kamis (31/10). 
Biasanya karaoke dilakukan di Venetian Paskal Hyper Square Bandung.

Majelis Hakim yang dipimpin Nurhakim mempertanyakan hiburan semahal itu. Apalagi kata Toto karaokean tersebut mendapatkan potongan 50 persen. 

"Karena tarian (striptis) itu yang menjadi beban mahal," jawab Toto kepada Majelis Hakim.

Adu debat pun sempat terjadi antara Toto dan Setyabudi. Mantan Wakil Ketua PN itu membantah apa yang disampaikan Toto. Bahkan ia menyebut hiburan itu hanya diajak Toto dan tidak sering.

Toto dalam persidangan itu juga menjelaskan awal perkenalannya dengan Setyabudi hingga masuk dalam pusaran kasus suap penanganan Bansos. Toto menyebut bahwa suap itu dilakukan atas inisiatif Setyabudi.

Untuk diketahui Setyabudi merupakan Hakim yang menangani perkara Bansos Kota Bandung dengan tujuh terdakwa. Namun KPK menangkap tangan Setyabudi yang telah menerima suap dari Asep Triatna pada Maret 2013 lalu di PN Bandung.

Nikahi pedangdut bugil Maria Eva, Pejabat Parepare hajar istri

Merdeka.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Parepare H Imran Ramli dipolisikan oleh istrinya. Andi Herlina melaporkan Imran dalam kasus kekerasan rumah tangga (KDRT). Wanita ini mengaku dipukuli karena meminta sang suami menceraikan pedangdut Maria Eva yang dinikahi secara siri.

Laporan itu diterima Sentra Pelayanan Kepolisian dengan Nomor: LP/759/X/2013, Minggu tanggal 20 Oktober kemarin. Herlina mengaku dipukul di bagian lengan, dada dan kepala.

Kabar pernikahan Imran dengan Maria Eva ini sudah jadi perbincangan para PNS di Parepare, Sulawesi Selatan. Imran sendiri belum bisa dimintai konfirmasi.

"Sudah ramai, sejak kemarin Pak Imran belum kelihatan lagi," kata seorang PNS, Selasa (23/10). 

Informasi yang dikumpulkan, Imran belum lama menikahi Maria Eva di Jakarta. Pedangdut berusia 34 tahun ini pernah membuah heboh karena video mesumnya dengan politikus Golkar Yahya Zaini beredar luas tahun 2006 lalu.

Setelah kasusnya reda, tahun 2008 Maria Eva menikah dengan seorang pengusaha bernama Raymond dan tinggal di Singapura. Kini kasus nikah sirinya kembali membuat heboh kota kelahiran BJ Habibie ini.

IMES Dukung KPK Usut Sekjend ESDM Terkait Suap SKK Migas



Indonesia Mining And Energy Studies (IMES) sebagai lembaga yang menaruh perhatian atas
korupsi sumber daya Migas di Indonesia menyatakan apresiasi atas tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekjend Kementrian Energi Sumber Daya Mineral, Waryono Karno.
Waryono yang memiliki kekayaan sebesar Rp 41,9 miliar diperiksa terkait dengan kasus suap kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Sebelumnya, penyidik KPK menemukan uang sejumlah USD 200 ribu dalam penggeledahan di ruang kerja Waryono.
Menteri ESDM, Jero Wacik menyebut, uang tersebut adalah uang operasional. Namun informasi yang berkembang, uang yang ditemukan di ruangan Sekjend ESDM berurutan nomor serinya dengan uang yang disita KPK di rumah Rudi Rubiandini yang diperoleh dari suap pihak PT Kernel Oil.
“Penting bagi KPK untuk mengembangkan penyidikan lebih jauh terkait asal muasal uang USD 200 ribu yang ditemukan di ruang kerja Sekjend ESDM, karena jika benar nomor seri uang berurutan dengan uang yang ditemukan di rumah Rudi Rubiandini, maka penyidikan mesti diarahkan lebih jauh, uang tersebut untuk apa dan akan disetor pada siapa?,” ungkap M. Erwin Usman, Direktur Eksekutif Indonesia Mineral And Energy Studies (IMES).
Erwin yang juga merupakan mantan Deputi Direktur WALHI Nasional menegaskan, kuat dugaaan modus suap yang dilakukan oleh PT Kernel Oil kepada pejabat SKK Migas dan ESDM, bukan baru kali ini terjadi. Apalagi, Waryono Karno telah tujuh tahun menjadi Sekjend di ESDM, sejak era Purnomo Yusgiantor.
Oleh karena itu, KPK penting untuk mengarahkan pemeriksaan kepada atasan Sekjend ESDM yaitu Jero Wacik. Jero selain sebagai Menteri ESDM, atasan langsung Waryono, di dalam SKK Migas menjabat Ketua Dewan Pengawas. Sindikasi dan kartel korupsi di SKK Migas dan Kementrian ESDM kuat dugaan diketahui dan melibatkan Jero Wacik.
sindikasi dan kartel migas, yang merugikan keuangan negara selama ini, dapat ditelusuri KPK dengan memeriksa atasan Sekjend ESDM, selain menelusuri pada pihak PT Kernel Oil sebagai penyuap. Sebab, terbuka kemungkinan suap juga diberikan pada pihak lain selain Rudi Rubiandini.

Sekjen ESDM Diperiksa KPK Untuk Saksi RR

Sekretaris Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen ESDM), Waryono Karno, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dirinya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rudi Rubiandini (RR) tersangka kasus suap SKK Migas.
“Diperiksa untuk tersangka RR,” ujar kepala bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Jakarta, Senin (21/10).
Namun, saat tiba di gedung KPK, Waryono enggan menggomentari dari pertanyaan wartawan perihal pemeriksaannya kali ini.
Nama Waryono mencuat setelah KPK menemukan uang US$200 ribu di ruang kerjanya. Penggeledahan kantor Waryono adalah buntut penangkapan Rudi Rubiandini, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Selain itu, KPK juga menemukan uang sebasar US$400 ribu dan motor gede merek BMW. Uang tersebut diduga sebagai sogokan dari Simon Gunawan Tanjaya, petinggi PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia.
Berdasarkan penyelidikan KPK, uang itu merupakan bagian dari komitmen suap US$700 ribu yang diduga untuk memenangkan tender kondensat di SKK Migas. Rudi, Simon, dan kurir suap, Devi Ardi, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terkait kasus ini, Waryono pun telah dicegah ke luar negeri untuk masa waktu enam bulan.

Rudi Rubiandini Kembali Diperiksa KPK

Mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini kembali diperiksa oleh KPK, Selasa (08/10/2013). Rudi diperiksa terkait kasus penyuapan di tubuh SKK Migas.
Rudi datang ke KPK pada pukul 13.00 WIB dengan jaket oranye khas tahanan KPK. Rudi terlihat santai dengan sesekali tertawa dan melempar senyum kepada wartawan yang menunggunya.
Meski demikian, Rudi tidak mengeluarkan sepatah kata pun terkait pemeriksaan yang hendak ia jalani. KPK menangkap Rudi pada 13 Agustus 2013 lalu dengan barang bukti uang US$ 400 ribu, US$ 90 ribu, dan Sin$ 127 ribu, sekaligus sebuah sepeda motor mewah bermerk BMW hitam berplatnomor B-3946-FT.
Sebelum tertangkap, Rudi terhitung baru menduduki jabatan sebagai kepala SKK Migas. Dia bertugas sejak Januari 2013. Baru delapan bulan bertugas, Rudi sudah ditangkap KPK.
Saat ini KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap SKK Migas. Ketiganya adalah bekas Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, petinggi Kernel Oil Pte Ltd Indonesia Simon Gunawan, dan pelatih golf Rudi yang bernama Deviardim.
sumber : lensaindonesia.com

 

Copyright 2013 Jasa Service AC Jabodetabek: Politik Template by Wahyu | Publish on Jarkom Media